![]() |
| samawa |
Dewasa ini
fungsi keluarga sudah mulai hilang, banyak keluarga tidak lagi memerankan
fungsinya. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat bertemunya ayah, ibu, dan
anak sekarang layaknya sebuah terminal yang mereka mampir sebentar untuk
melanjutkan perjalanan berikutnya, jika boleh di simpulkan ada 8 fungsi
keluarga yang sekarang ini tidak lagi ada dalam keluarga-keluarga kita, yaitu:
1.
Fungsi Reproduksi
Keluarga yang dibangun melalui
lembaga suci pernikahan, dimaksudkan untuk melahirkan keturunan yang sah. Namun
saat ini, makin banyak keluarga yang tidak mampu melaksanakan fungsi ini.
Selain faktor takdir Allah ï·», gaya hidup tak
sehat, memicu kegagalan pasangan suami-istri mendapatkan keturunan. Di sisi
lain, keluarga makin membatasi jumlah keturunan karena adanya
kekhawatiran-kekhawatiran seperti: biaya persalinan mahal, biaya pendidikan
anak mahal, dan malu kalau banyak anak. Terlebih kaum perempuan, makin banyak
yang enggan hamil, melahirkan dan menyusui anak karena sibuk berkarier atau
takut merusak keindahan tubuhnya.
2.
Fungsi Ekonomi
Terbentuknya keluarga, berarti
terwujudnya kesatuan dan kemandiri ekonomi. Keluarga mendapatkan harta dan
membelanjakan untuk memenuhi keperluan seluruh anggota keluarga sehingga
terwujud kesejahteraan. Namun, fungsi ini kerap sulit dilakukan sebuah keluarga
manakala problem akses terhadap sumber-sumber ekonomi tertutupi. Tidak heran
bila masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Jelas, ini sangat mengganggu
terwujudnya keluarga bahagia dan sejahtera.
3.
Fungsi Edukasi
Keluarga haruslah menjadi tempat
pertama dan utama dalam mendidik anak hingga cerdas dan bertakwa. Akan tetapi,
fungsi ini hampir seluruhnya dialihkan ke sekolah. Dengan alasan ayah ibu sibuk
bekerja diluar rumah.Tak hanya bagi para wanita karier, ibu-ibu yang notabene
tidak bekerjapun, sibuk dengan urusan diri seperti belanja, ke salon, senam,
nonton televisi atau sekadar ngerumpi.
4.
Fungsi Sosial
Potret sebuah keluarga mencerminkan
status sosial, Namun, kini makin banyak keluarga yang cuek dengan masing-masing
anggota keluarganya, apakah berperilaku baik atau buruk. Ketika anak
berperilaku tak terpuji, nama baik orang tua akan hancur. Seperti anak terlibat
narkoba, hamil di luar nikah atau melakukan tindak kriminalitas.
5.
Fungsi Protektif
Keluarga memiliki peran untuk
melindungi anggotanya dari ancaman fisik, ekonomis dan psikososial. Ini yang
terpenting, dimana sebuah keluarga tidak memikirkan anaknya, dimana anak
tersebut berteman dengan siapa? Apa yang dikerjakan diluarsana? Anak dibiarkan pulang
larut malam, anak dibiarkan menginap dirumah kawan? Atau menongkrong-nongkrong
dipinggir jalan, dll.
6.
Fungsi Rekreatif
Keluarga merupakan pusat rekreasi
bagi para anggotanya. Jadikan rumah sebagai sumber kebahagiaan. Karena itu,
ciptakan keluarga yang penuh tawa canda dan keceriaan. Namun kini banyak
masalah, malah berawal dari dalam rumah.
7.
Fungsi afektif
Keluarga adalah tempat bersemainya
cinta kasih, empati dan kepedulian. Tumbuhkan kasih sayang antar anggota
keluarga. Meski hal ini fitrah, namun banyak yang sudah mengabaikannya. Banyak
keluarga yang begitu formal, tanpa ada getar-getar kasih sayang dalam
interaksinya. Ayah yang lelah seharian bekerja, hanya menjadikan rumah tempat
tidur semata. Anak-anak yang sudah tumbuh remaja dan menemukan dunianya
sendiri, menjadikan rumah sekadar tempat singgah. Tak ada rasa kangen bila jauh
dari ayah ibunya, melainkan hanya kangen dengan materinya (uang saku).
8.
Fungsi Relijius
Keluarga hendaknya memberikan
pengalaman keagamaan kepada para anggota. Anak-anak dididik agama sejak dini,
ayah menjadi imam dan ibu mengenalkan anak-anak pada generasi sahabat. Ayah dan
ibu menjadi penyampai ajaran Islam, anak-anak menjadi sasaran pertamanya.
Begitulah idealnya. Namun, betapa banyak keluarga yang tak lagi menjadikan
agama sebagai pondasi dalam interaksi, melainkan nilai-nilai liberal. Seperti
keluarga yang mengabaikan aspek spirutual, membebaskan anaknya memilih sendiri
agamanya, atau menyekolahkan anak ke sekolah beda agama. Jelas ini tidak
sejalan dengan fungsi relijius.
Itulah
kedelapan fungsi keluarga yang saat ini terabaikan, dan semua itu tidak lepas
dari peran negara, ketika negara menjaga fungsi keluarga dengan semua aturan
dan undang-undangnya, maka kita sebagai seorang muslim bisa membantu dengan
mengembalikan fungsi sebuh keluarga di dalam Islam, dengan standard perbuatan
adalah hukum Allah maka isyaAllah akan terbentuk sebuah keluarga yang ideal
“keluarga samawa”.
