1.
Hati Akan Merasa Tenang
Hati adalah sebuah makhluk hidup
yang dijadikan Allah swt untuk bisa merasakan apa yang dirasa oleh manusia atau
individu itu sendiri. Hati itu terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Hati yang mati adalah hati yang apabila seseorang tidak merespon apa yang diperintahkan Allah swt, manusia itu tidak menjalankannya bahkan melawan apa yang telah ditetapkan.
b. Hati yang hidup adalah hati yang didalam seseorang itu, merasa berjiwa besar dengan apa yang dikerjakannya dan apabila yang diperintahkan Allah dan Rasulnya itu dilaksanakannya. Perintah Allah swt dan Rasulullah saw dijalankannya dengan penuh ikhlas tidak ada beban dihati yang melaksanakannya itu bahkan ia menikmatinya, itulah hati yang hidup.
Maka apabila kita selalu membaca
Al-Qur’an atau melantunkan Al-Qur’an dengan syafatain/ke dua bibir kita maka
hati akan selalu jernih dan merasakan ketenangan yang mana dirasakan oleh
pembaca itu sendiri.
2.
Akal Akan Menjadi Jernih
Semua makhluk hidup yang ada dimuka
bumi ini pasti mempunyai fikiran namun berbeda dengan manusia. Manusia adalah
makhluk spesial yang Allah swt ciptakan dimuka bumi ini, dikarenakan manusia
mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengemban amanah itu. Allah swt
memerintahkan manusia agar selalu sujud kepada-Nya dan menjalankan apa yang
dihalalkan atau apa yang harus ditingggalkan. Namun ujian manusia itu banyak
sekali karena syaithon akan selalu mengganggu agar manusia terjerumus kedalam
siksa api neraka.
Ketika seseorang selalu melantunkan
ayat-ayat Al-Qur’an maka fikiran manusia yang membacanya akan menjadi jernih
dan dia akan selalu berfikiran yang positif.
3.
Otot Akan Menjadi Rilex
Ketika seseorang melantunkan
ayat-ayat Allah swt yaitu Al-Qur’an rasa sedang pada tubuh akan merasakan
berbeda dengan apa yang dirasakan sebelum membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an
telah menggambarkan pada surah Al-Isra’ ayat 82 yang berbunyi:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ
لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
Artinya “ Dan Kami turunkan
Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
dan Al-QUr’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzhalim selian
kerugian ”.
Jelas
sudah dalil aqli yang diterangkan oleh Al-Qur’an yang mulia, kemukjizatannya
masih tergambar sampai saat ini. Namun mesti kita sadari bahwa ketika
melafalkan atau membaca Al-Qur’an maka hati kita harus penuh keikhlasan.
4.
Ucapan Bisa Dikontrol
Isi konten Ayat-ayat Al-Qur’an
sangat bagus, walaupun kita belum mengetahui ap aitu arti yang kita baca! Maka
dari itu apabila kaum muslimin ketika melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an kita dianjurkan
untuk berwudhu agar rohani dan jasmani kita selalu bersih. Melafalkan Al-Qur’an
memang harus sesuai kaidah-kaidah tajwid dan makhrajnya (cara mengucapkannya)
harus benar, tidak boleh kependekan dan tidak boleh kepanjangan. Itulah
sebabnya Al-Qur’an mengatur cara membacanya harus benar dan betul.
Bisa kita kiaskan dalam
kaidah-kaidah tajwid harus menyesuaikan tata cara membaca Al-Qur’an. Ketika
seseorang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an maka ucapakan yang membaca akan bagus
dan birbicara tidak berkata yang buruk.
5.
Telinga Menjadi Jernih
Allah swt memerintahkan untuk
melihat dan mendengar tentang ayat-ayat-Nya, agar manusia itu berfikir bahwa
harus banyak bersyukur karena jika kita tidak bersyukur maka Allah akan
mengazab. Telah digambarkan di dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذۡ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ
عَذَابِي لَشَدِيدٞ
Artinya : “Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab- Ku sangat pedih".
Masya Allah…!
Allah swt memerintahkan manusia
untuk bersyukur karena jika kita menghiting nikmat yang telah diberikan Allah
maka tidak akan terhingga. Itulah penjabaran tentang telinga yang sering
mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an.
6.
Budi Pekerti yang baik
Allah swt telah menggambarkan di dalam Al-Qur’an bahwa Rasulullah
saw diutus dimuka bumi ini adalah agar manusia berakhlaq yang baik. surah
Al-Ahzab ayat 21:
لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ
ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ
وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah
Penjelasan di atas bahwa Rasulullah saw adalah contoh bagi umat
Islam agar berakhlaq yang bagus kepada setiap insan, baik kaum muslimin maupun
non muslim.
Setiap muslim ketika sering melantunkan ayat-ayat maka pasti dia
berakhlaq yang baik dan bagus, akan tetapi harus dihayati makna isi Al-Qur’an
tersebut dan terus dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
7.
Rasa Manis dibibir
Penjabaran terakhir mengapa seseorang yang sering melantunkan
ayat-ayat Al-Qur’an merasakan manis? Bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat terakhir
diturunkan kepada Nabi Terakhir yaitu Nabi Besar Muhammad saw.
Tentang keistimewaan Al-Qur’an adalah bahwa apabila seseorang
melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dipagi hari, siang hari bahkan malam hari maka
pada diri seseorang yang membacanya akan marasakan kelezatan pada dirinya
sendiri. Kenikmatan atau kelezatan itu dirasakan oleh pembaca, kalimat demi kalimat,
huruf demi huruf dan ayat demi ayat bahkan sesudah membaca Al-Qur’an tersebut
disyafatainnya merasa seperti sari pati bunga ketika menghisabnya.
Demikian 7 manfaat melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, semoga apa yang
saya ukirkan dalam file ini bermanfaat untuk penulis, maupun pembaca.
Baca juga : minyak urat luar biasa