7 Manfaat Melantunkan Ayat Al-Qur’an




1.     Hati Akan Merasa Tenang

Hati adalah sebuah makhluk hidup yang dijadikan Allah swt untuk bisa merasakan apa yang dirasa oleh manusia atau individu itu sendiri. Hati itu terbagi menjadi 2, yaitu :

a. Hati yang mati adalah hati yang apabila seseorang tidak merespon apa yang diperintahkan Allah swt, manusia itu tidak menjalankannya bahkan melawan apa yang telah ditetapkan.

b. Hati yang hidup adalah hati yang didalam seseorang itu, merasa berjiwa besar dengan apa yang dikerjakannya dan apabila yang diperintahkan Allah dan Rasulnya itu dilaksanakannya. Perintah Allah swt dan Rasulullah saw dijalankannya dengan penuh ikhlas tidak ada beban dihati yang melaksanakannya itu bahkan ia menikmatinya, itulah hati yang hidup.
       
Maka apabila kita selalu membaca Al-Qur’an atau melantunkan Al-Qur’an dengan syafatain/ke dua bibir kita maka hati akan selalu jernih dan merasakan ketenangan yang mana dirasakan oleh pembaca itu sendiri.

2.     Akal Akan Menjadi Jernih

Semua makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini pasti mempunyai fikiran namun berbeda dengan manusia. Manusia adalah makhluk spesial yang Allah swt ciptakan dimuka bumi ini, dikarenakan manusia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengemban amanah itu. Allah swt memerintahkan manusia agar selalu sujud kepada-Nya dan menjalankan apa yang dihalalkan atau apa yang harus ditingggalkan. Namun ujian manusia itu banyak sekali karena syaithon akan selalu mengganggu agar manusia terjerumus kedalam siksa api neraka.

Ketika seseorang selalu melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an maka fikiran manusia yang membacanya akan menjadi jernih dan dia akan selalu berfikiran yang positif.

3.     Otot Akan Menjadi Rilex

Ketika seseorang melantunkan ayat-ayat Allah swt yaitu Al-Qur’an rasa sedang pada tubuh akan merasakan berbeda dengan apa yang dirasakan sebelum membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an telah menggambarkan pada surah Al-Isra’ ayat 82 yang berbunyi:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا 

 Artinya “ Dan Kami turunkan Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan                    rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-QUr’an itu tidaklah menambah              kepada orang-orang yang dzhalim selian kerugian ”.

Jelas sudah dalil aqli yang diterangkan oleh Al-Qur’an yang mulia, kemukjizatannya masih tergambar sampai saat ini. Namun mesti kita sadari bahwa ketika melafalkan atau membaca Al-Qur’an maka hati kita harus penuh keikhlasan.

4.     Ucapan Bisa Dikontrol

Isi konten Ayat-ayat Al-Qur’an sangat bagus, walaupun kita belum mengetahui ap aitu arti yang kita baca! Maka dari itu apabila kaum muslimin ketika melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an kita dianjurkan untuk berwudhu agar rohani dan jasmani kita selalu bersih. Melafalkan Al-Qur’an memang harus sesuai kaidah-kaidah tajwid dan makhrajnya (cara mengucapkannya) harus benar, tidak boleh kependekan dan tidak boleh kepanjangan. Itulah sebabnya Al-Qur’an mengatur cara membacanya harus benar dan betul.

Bisa kita kiaskan dalam kaidah-kaidah tajwid harus menyesuaikan tata cara membaca Al-Qur’an. Ketika seseorang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an maka ucapakan yang membaca akan bagus dan birbicara tidak berkata yang buruk.

5.     Telinga Menjadi Jernih

Allah swt memerintahkan untuk melihat dan mendengar tentang ayat-ayat-Nya, agar manusia itu berfikir bahwa harus banyak bersyukur karena jika kita tidak bersyukur maka Allah akan mengazab. Telah digambarkan di dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7:

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ 

Artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;                              "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)                     kepadamu,       dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-        Ku sangat pedih".


Masya Allah…!

Allah swt memerintahkan manusia untuk bersyukur karena jika kita menghiting nikmat yang telah diberikan Allah maka tidak akan terhingga. Itulah penjabaran tentang telinga yang sering mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

6.     Budi Pekerti yang baik

Allah swt telah menggambarkan di dalam Al-Qur’an bahwa Rasulullah saw diutus dimuka bumi ini adalah agar manusia berakhlaq yang baik. surah Al-Ahzab ayat 21:

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا 

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Penjelasan di atas bahwa Rasulullah saw adalah contoh bagi umat Islam agar berakhlaq yang bagus kepada setiap insan, baik kaum muslimin maupun non muslim.

Setiap muslim ketika sering melantunkan ayat-ayat maka pasti dia berakhlaq yang baik dan bagus, akan tetapi harus dihayati makna isi Al-Qur’an tersebut dan terus dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.  

7.     Rasa Manis dibibir

Penjabaran terakhir mengapa seseorang yang sering melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an merasakan manis? Bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat terakhir diturunkan kepada Nabi Terakhir yaitu Nabi Besar Muhammad saw.

Tentang keistimewaan Al-Qur’an adalah bahwa apabila seseorang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dipagi hari, siang hari bahkan malam hari maka pada diri seseorang yang membacanya akan marasakan kelezatan pada dirinya sendiri. Kenikmatan atau kelezatan itu dirasakan oleh pembaca, kalimat demi kalimat, huruf demi huruf dan ayat demi ayat bahkan sesudah membaca Al-Qur’an tersebut disyafatainnya merasa seperti sari pati bunga ketika menghisabnya.

Demikian 7 manfaat melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, semoga apa yang saya ukirkan dalam file ini bermanfaat untuk penulis, maupun pembaca.